Anda menderita penyakit jantung dan Anda harus melakukan operasi jantung? Jangan sampai dokter mengatakan itu kepada Anda atau anggota keluarga yang Anda sayang.

Jantung, isu abadi sekaligus penting. Tahun lalu, kami menurunkan artikel pertolongan pertama untuk penderita jantung. Isu penting lainnya yang patut diketahui: tiga jenis operasi yang kemungkinan akan dijalani mereka yang hidup dengan penyakit jantung. Semoga bermanfaat.

Tiga Model Operasi, Apa Saja?

Pekan lalu kami berbincang dengan dr. Hariadi Hadibrata, SpBTKV dari Bunda Heart Centre, Jakarta, terkait tiga pembedahan jantung yang (mungkin) akan dijalani oleh mereka yang hidup dengan penyakit jantung. Hariadi lantas menjabarkan pembedahan jantung sebagai berikut:

  1. Operasi pintas pembuluh darah (coronary artery bypass graft surgery)

Operasi ini membuat saluran darah baru, karena saluran darah yang lama tersumbat. Pembuluh darah baru dibuat, lalu disambungkan sehingga peredaran darah di saluran kembali lancar. Coronary berasal dari kata coroner, yakni arteri di jantung yang bertugas memberi nutrisi kepada organ jantung. Kalau tersumbat, jantung tidak mendapat asupan dan akhirnya rusak.

Pertanyaannya, dari mana pembuluh darah yang baru itu didapat? “Bisa diambil dari pembuluh darah tangan, kaki, dada, atau bagian tubuh Anda yang lain lalu dijahitkan ke area pembuluh darah yang membutuhkan. Caranya, dengan menghentikan jantung sementara. Untuk membuat jantung berhenti berdetak itu gampang. Namun membuat jantung berdenyut kembali, itu susah,” Hariadi menjelaskan. Ketika menghentikan jantung dan kita perlu alat yang disebut heart-lung machine. Mesin ini menggantikan fungsi jantung dan paru-paru selama operasi.

Heart-lung machine mengalirkan darah ke otak, ginjal, dan sejumlah organ penting lain. Ia akan mengambil seluruh darah dari badan, dimasukkan ke mesin, diproses, kemudian dialirkan lagi ke seluruh tubuh. Setelah operasi selesai, jantung akan kembali berdenyut.

Operasi juga bisa ditempuh dengan kondisi jantung tetap berdenyut. Salah satunya, dengan alat bernama Octopus. Di ujung-ujung Octopus ada sistem pengisap yang ditempelkan ke jantung lalu jantung dimanipulasi agar tetap berdenyut. Bagian Octopus lain dipakai untuk menstabilkan denyut jantung pasien selama operasi.

  1. Operasi perbaikan atau penggantian katup jantung (value repair or replacement surgery)

Katup jantung yang normal tertutup rapat. Fungsinya membuat aliran darah satu arah. Kalau bolak-balik, aliran darah hanya akan berputar-putar di sekitar jantung. Itu sebabnya katup harus tertutup sempurna. Kalau terjadi kelainan yang dipicu infeksi misalnya, katup tidak akan menutup sempurna.

Atau, selaput jaring katup akan mengalami kerusakan kemudian terputus. Katup kiri dan kanan tidak mengatup menjadi satu. Atau, jantung membengkak sehingga katup tidak mampu menutup sempurna karena tidak lagi sesuai dengan ukuran jatung.

“Jika ini terjadi, maka katup harus diperbaiki. Kalau tidak bisa diperbaiki, harus diganti. Ketika Anda mengalami kerusakan katup, Anda punya banyak pilihan model katup yang baru. Anda bisa menggantinya dengan katup mekanik dari titanium atau dari selaput katup sapi atau (maaf) babi. Anda juga bisa melalukan perbaikan katup dengan konsultasi kepada dokter,” ujar dokter yang menjadi narasumber talk show “Living with Heart Disease” itu.

  1. Operasi kelainan jantung bawaan

Umumnya ada dua jenis yakni, atrial septal defect (ASD) dan ventricular (ventrikel) septal defect (VSD). Masih ingatkah Anda dengan pelajaran biologi ketika SMA? Ada empat ruang di jantung kita: serambi kanan, serambi kiri, bilik kanan, dan bilik kiri.

Semua yang di kiri mengalirkan darah yang bersih. Semua yang di sisi kanan membawa darah kotor. Jangan sampai tercampur.

“Pada kasus ASD terdapat celah di antara serambi kanan dan serambi kiri sehingga darah bersih dan kotor bercampur. Akibatnya, jantung mengalami kelainan. Sementara VSD menimpa bilik. Bayangkan Anda mandi, keran yang mengalirkan air bersih dan kotor menjadi satu. Selama apa pun Anda mandi enggak akan pernah bersih. Itulah yang menimpa jantung kita,” paparnya.

 

Call Center : 1-500-799